
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bunga antara AS dan negara lain. Kekhawatiran soal defisit anggaran AS, perang dagang global, serta isu independensi Bank Sentral AS (The Fed) ikut membebani pergerakan dolar dan diperkirakan masih akan berlanjut tahun ini.
Euro dan poundsterling menjadi contoh mata uang yang menguat signifikan. Euro stabil di level sekitar $1,17 setelah melonjak lebih dari 13% tahun lalu, sementara poundsterling bertahan di kisaran $1,34 usai naik hampir 8%. Kenaikan ini menjadi yang tertajam sejak 2017. Namun, perdagangan relatif sepi karena pasar Jepang dan Tiongkok tutup, sehingga pergerakan mata uang terbatas.
Indeks dolar tercatat turun tajam sepanjang 2025, menjadi penurunan terbesar dalam delapan tahun terakhir. Meski ada pendapat bahwa dominasi dolar mulai memudar, sebagian analis menilai pelemahan ini berlebihan dan dolar masih berpeluang bangkit karena ekonomi AS relatif kuat. Fokus pasar kini tertuju pada data tenaga kerja AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed, terutama menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell pada Mei.
Di sisi lain, yen Jepang tetap menjadi pengecualian. Yen masih berada dekat level terlemah dalam 10 bulan terakhir meski Bank of Japan sudah menaikkan suku bunga dua kali tahun lalu. Langkah yang terlalu hati-hati membuat investor kurang percaya diri. Ditambah lagi, kekhawatiran soal kebijakan fiskal Jepang membuat yen sulit menguat, sehingga membuka kemungkinan intervensi pemerintah jika pelemahan berlanjut. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Indeks Dolar AS (DXY) tetap sedikit lebih tinggi dalam sesi akhir tahun yang sepi pada hari Rabu. Namun, Indeks ini telah kehilangan sebagian besar keuntungan harian, setelah mencapai puncak di 98,44,...
Indeks Dolar AS (DXY) tetap sedikit lebih tinggi dalam sesi akhir tahun yang tenang pada hari Rabu. Namun, Indeks telah kehilangan sebagian besar kenaikan harian, setelah mencapai puncaknya di 98,44, ...
Indikator Bloomberg untuk dolar menuju pekan terburuknya sejak Juni dan obligasi pemerintah AS naik karena para pedagang menantikan data yang akan dirilis awal bulan depan untuk mengkonfirmasi ekspekt...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...
Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...
AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera...
Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi...
Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar...